Latest News

Ingin bisa menulis? Silakan ikuti program training menulis cepat yang dipandu langsung oleh dosen, penulis buku, peneliti, wartawan, guru. Silakan hubungi 08562674799 atau klik DI SINI

Thursday, 21 May 2026

Literasi Pengobatan Syariat Islam


Oleh Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd.

 

Khotbah Pertama

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِلْإِيمَانِ وَالْإِحْسَانِ، وَجَعَلَ الْعِلْمَ نُورًا وَشِفَاءً لِلْأَبْدَانِ وَالْأَرْوَاحِ، وَجَعَلَ مِهْنَةَ الطِّبِّ أَمَانَةً عَظِيمَةً لِحِفْظِ النُّفُوسِ وَرِعَايَةِ الْإِنْسَانِ، وَجَعَلَ النِّسَاءَ شَقَائِقَ الرِّجَالِ فِي الْكَرَامَةِ وَالْبُنْيَانِ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الدَّيَّانُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الْمَبْعُوثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، الَّذِي عَلَّمَنَا أُصُولَ الرَّحْمَةِ وَالْعِنَايَةِ بِالْمَرْضَى، وَحَثَّنَا عَلَى التَّدَاوِي وَالْبَحْثِ عَنِ الشِّفَاءِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ جَاهَدُوا لِإِعْلَاءِ كَلِمَةِ ٱللَّهِ، وَنَشْرِ الْعِلْمِ وَالْعِرْفَانِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى ٱللَّهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ، وَبِتَحَقُّقِ مَبَادِئِ الطِّبِّ الْإِسْلَامِيِّ الَّذِي يَقُومُ عَلَى حِفْظِ النَّفْسِ، وَرِعَايَةِ كَرَامَةِ الْمَرِيضِ، وَالِالْتِزَامِ بِالْأَخْلَاقِ الشَّرْعِيَّةِ فِي الْمُمَارَسَةِ الطِّبِّيَّةِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

فَقَالَ ٱللَّهُ تَعَالَى:أَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ،بِسْمِ ٱللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

 

Jemaah Jumat Masjid Al-Ittihad INISNU Temanggung, rahimakumullah,

Khotib berwasiat kepada diri sendiri, dan kepada para jemaah sekalian, marilah kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, karena takwa adalah sebaik-baiknya bekal dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini.

Sidang Jumat yang dimuliakan Allah,

Pada Rabu 20 Mei 2026 kemarin, bangsa kita memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia. Tanggal ini dipilih bukan tanpa alasan, karena bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Sejarah mencatat, pergerakan kemerdekaan kita tahun 1908 dimotori para dokter dan mahasiswa kedokteran STOVIA seperti dr. Sutomo dan dr. Wahidin Sudirohusodo.

‎Saat ini, dunia pengobatan, atau profesi kedokteran memiliki tantangan. Seringkali, karena terlalu fokus pada hukum sebab-akibat materiil, saintifik sekuler dan liberal, seorang dokter dapat terjebak dalam kesombongan intelektual. Ada sebuah ungkapan Latin kuno Ubi duo medici, ibi tres athei atau redaksi lain Ubi tres medici, ibi duo athei (Di mana ada dua dokter, di sana ada tiga ateis). Ungkapan ini ditulis Sir Thomas Browne seorang polimatik dan filsuf Inggris, dalam buku Religio Medici (Agama Seorang Dokter) (1642) sebagai kritik sejarah bahwa dokter terkadang begitu percaya pada anatomi dan obat-obatan hingga melupakan Sang Pencipta (Khalik) yang menggerakkan sel-sel itu.

 

Pepatah ini adalah sindiran kuno yang menggambarkan stereotip dokter cenderung tidak religius atau meragukan Tuhan (ateis). Angka “tiga” pada dua dokter menyiratkan ateisme mereka berlipat ganda atau melampaui jumlah mereka.

Sidang Jumat yang dimuliakan Allah,

Sebagai Muslim, kita harus memutus stigma ini. Praktik pengobatan kita harus dikembalikan pada nilai-nilai dalam Al-Quran dan Sunnah. Labnya boleh canggih, alatnya boleh modern, obatnya bisa saintifik, namun cara pandang dan pelakunya harus berdasar pada syariat Islam. Sebab, Islam adalah agama sempurna, karena tak hanya mengatur ibadah, akhlak, dan muamalah, tetapi mengatur tentang kesehatan dan pengobatan. Rasulullah Saw mengajarkan tiap penyakit ada obatnya, dan manusia diperintahkan berikhtiar mencari kesembuhan tanpa melupakan bahwa Allah-lah hakikat penyembuh sejati. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

“Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkanku.” (QS. Asy-Syu‘ara: 80)

 

Allah Swt. juga berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’: 82).

 

Ayat ini menegaskan bahwa dokter, obat, rumah sakit, klinik, obat herbal, suwuk, maupun terapi hanyalah wasilah. Sedangkan yang memberi kesembuhan hanya Allah Swt.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Dalam tradisi Islam terdapat berbagai praktik pengobatan yang diajarkan Nabi Muhammad atau dikenal dengan Thibbun Nabawi (pengobatan Nabi). Pengobatan ini tak hanya menyehatkan jasmani, tetapi juga menenangkan ruhani.

 

Pertama, Ruqyah Syar’iyyah, yaitu pengobatan dengan membaca ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah. Ruqyah bukan praktik mistik, klenik, melainkan bentuk tawakal dan terapi spiritual yang bersumber dari wahyu yang sudah diajarkan Rasulullah.

 

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan ketika Jibril meruqyah Nabi Muhammad Saw:

بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللَّهُ يَشْفِيكَ، بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ

“Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang mengganggumu, dari kejahatan setiap jiwa dan pandangan mata yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu.” (HR. Muslim) dalam Ṣaḥīḥ Muslim No. 2.186 dan Sunan Ibn Majah No. 3.523.

 

Ruqyah mengajarkan ketenangan jiwa, zikir, dan kedekatan kepada Allah yang memiliki pengaruh besar pada kesehatan manusia.

 

Kedua, Bekam (Hijamah). Bekam adalah metode mengeluarkan darah kotor dari tubuh pada titik tertentu. Rasulullah Saw sangat menganjurkan bekam sebagai terapi kesehatan.

Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْقُسْطُ الْبَحْرِيُّ وَقَالَ لَا تُعَذِّبُوا صِبْيَانَكُمْ بِالْغَمْزِ مِنْ الْعُذْرَةِ وَعَلَيْكُمْ بِالْقُسْطِ

“Sebaik-baik sesuatu yang kalian gunakan untuk obat adalah bekam dan terapi kayu gaharu.” Beliau juga bersabda: Dan janganlah kalian sakiti anak kalian dengan memasukkan jari ke dalam mulut.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah) dalam Shahih Bukhari No. 5.263.

 

Penelitian modern seperti “The effectiveness of cupping therapy on low back pain: A systematic review and meta-analysis of randomized control trials” oleh Zixin Zhang dkk dari University of Nottingham dalam jurnal Complementary Therapies in Medicine (2024). Dalam penelitian ini, ditemukan bekam efektif dalam mengurangi intensitas nyeri kronis pada punggung bawah, meningkatkan fungsi fisik badan, mengurangi nyeri leher kronis dan ketegangan otot (relaksasi). Ini menunjukkan sunnah Nabi selaras dengan kemaslahatan manusia modern.

 

Ketiga, Sa'uth, Ladud, Hijamah, dan Masyi, atau biasa disebut Gurah Sunnah, yaitu metode membersihkan saluran pernapasan dari lendir dan kotoran. Rasulullah Saw bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " إِنَّ خَيْرَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ السَّعُوطُ وَاللَّدُودُ وَالْحِجَامَةُ وَالْمَشِيُّ " . فَلَمَّا اشْتَكَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَدَّهُ أَصْحَابُهُ فَلَمَّا فَرَغُوا قَالَ " لُدُّوهُمْ " . قَالَ فَلُدُّوا كُلُّهُمْ غَيْرَ الْعَبَّاسِ

Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah sa'ut, ladud, bekam, dan pencahar." Ketika Rasulullah (s.a.w) sedang sakit, para sahabatnya mengobatinya dengan ladud, dan ketika mereka selesai, beliau bersabda: "Obati mereka dengan ladud." Maka semua dari mereka kecuali Al-Abbas diobati dengan ladud. (HR. At-Tirmidzi) dalam Jami' At-Tirmidzi No. 2.047.

 

Dari hadist ini bisa dijelaskan. Pertama, Sa‘uth (السَّعُوطُ) adalah pengobatan yang dimasukkan melalui hidung, bisa disebut gurah, terapi hidung, nasal spray, inhalasi untuk membersihkan lendir, melancarkan pernafasan, mengobati peradangan pada sinus (ruang kosong) di hidung. Kedua, Ladud (اللَّدُودُ), praktik pengobatan dengan memasukkan obat dari salah satu sisi mulut orang sakit. Tujuannya mengobati orang sulit menelan, lemah, atau sakit berat. Zaman sekarang bisa dilakukan mlelalui obat cair pasien lemah, oral drops (menetaskan obat ke mulut), dan bentuk lain. Ketiga, Hijamah / Bekam (الْحِجَامَةُ), yaitu terapi mengeluarkan darah dari titik tertentu dengan alat bekam untuk mengurangi nyeri, detoksifikasi, melancarkan peredaran darah, dan manfaat lain. Keempat, Masyi / Pencahar (الْمَشِيُّ), yaitu obat melancarkan buang air besar, membersihkan perut untuk mengatasi sembelit, mencret, mengeluarkan racun, sampai membersihan usus.

Keempat, Madu. Allah Swt. menyebut madu secara khusus dalam Al-Qur’an:

يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ

“Dari perut lebah keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69).

 

Rasulullah Saw juga bersabda:

الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثٍ: شَرْطَةِ مِحْجَمٍ، وَشَرْبَةِ عَسَلٍ، وَكَيَّةٍ بِنَارٍ

“Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal: bekam, minum madu, dan kayy (menempelkan benda panas ke tubuh).” (HR Al-Bukhari No. 5681) dalam Fathul Baari Jilid X/Hlm. 137.

Kelima, Habbatussauda (Jintan Hitam). Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ هَذِهِ الْحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا مِنْ السَّامِ قُلْتُ وَمَا السَّامُ قَالَ الْمَوْتُ

“Sesungguhnya habbatus sauda' ini adalah obat dari segala macam penyakit kecuali saam." Aku bertanya: "Apakah saam itu?" beliau menjawab: "Kematian.” (HR. Bukhari dan Muslim) dalam Shahih Bukhari No. 5.255.

 

Habbatussauda' atau  Jintan Hitam adalah tumbuhan dengan nama ilmiah Nigella Sativa, dan dikenal di dunia dengan nama Black Cumin, Nigella, Kalojeera, Kalonji, atau Kalanji, yaitu terna (tumbuhan dengan batang lunak), memiliki daun berbau segar, bijinya mengandung minyak asiri dan lemak, digunakan untuk rempah-rempah dan campuran obat-obatan, misalnya untuk obat sakit perut, sakit giti, rematik, flu, dan lainnya.

 

Keenam, Kurma Ajwa. Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ

“Barangsiapa pada pagi hari memakan tujuh butir kurma ajwa, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun dan sihir.” (HR. Bukhari No. 5769 dan Muslim No. 2047).

 

Kurma bukan sekadar makanan, tetapi sumber energi, antioksidan, dan keberkahan sebagaimana diajarkan Nabi dengan perintah memakan dalam jumlah ganjil.

 

Ketujuh, Air Zamzam. Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ وَهِيَ طَعَامُ طُعْمٍ وَشِفَاءُ سُقْمٍ

“Air zamzam itu penuh berkah, mengenyangkan, dan menjadi obat penyakit.” (HR. Muslim, No. 2.473).

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Dari seluruh praktik pengobatan Islami ini kita belajar bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar medis dan tawakal kepada Allah. Ketika sakit, kita menerapkan praktik pengobatan Rasullullah Saw.

 

Kita bisa ke dokter dengan niat yang menyembuhkan hanya Allah Swt. Bisa ke kiai, tabib, psikiater, konsultan, namun semua itu hanya wasilah, karena yang penting niatnya adalah mencari kesembuhan, dan kesembuhan itu hanya karena Allah Swt.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khotbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ 

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اَللّٰهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

اَللّٰهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّاتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Literasi Pengobatan Syariat Islam Rating: 5 Reviewed By: Hamidulloh Ibda