Latest News

Ingin bisa menulis? Silakan ikuti program training menulis cepat yang dipandu langsung oleh dosen, penulis buku, peneliti, wartawan, guru. Silakan hubungi 08562674799 atau klik DI SINI

Saturday, 11 April 2026

FGD Pengembangan Tari Topeng Soneyan Pati


Pati, Hamidullohibda.com -
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kebutuhan dan Desain Tari Topeng Soneyan Pati (TATOSOPA) digelar di Sanggar Budaya Waringin Tunggal pada Sabtu, 11 April 2026 oleh PT Sejahtera Inspirasi Bersama di aula Sanggar Budaya Waringin Tunggal Soneyan, Pati. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah pengembangan tari tradisional sebagai warisan budaya sekaligus potensi ekonomi masyarakat.

FGD tersebut melibatkan unsur pemerintah desa, pemerintah daerah, akademisi, pelaku seni, serta pihak swasta dan media. Diskusi difokuskan pada penguatan sinergi lintas sektor guna memastikan keberlanjutan Tari Topeng Soneyan sebagai identitas budaya di Desa Soneyan.

Perwakilan pemerintah desa, Payatun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tari Topeng Soneyan memiliki sejarah panjang dalam pelestarian budaya lokal. Sejak tahun 2010, desa ini telah menerima berbagai kunjungan dari peneliti, mahasiswa, hingga tamu luar negeri yang tertarik mempelajari kesenian tersebut. “Pada tahun 2021, Tari Topeng Soneyan resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), yang menjadi tonggak penting pengakuan terhadap nilai budaya lokal,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa terus berkomitmen mendukung pelestarian budaya melalui pendirian sanggar seni pada tahun 2022, serta pengembangan desa wisata budaya yang mulai dirintis sejak 2024. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Desa Soneyan sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

Sementara itu, perwakilan PT Sejahtera Inspirasi Bersama, Arifin, menekankan pentingnya peran media dalam memperluas jangkauan promosi Tari Topeng Soneyan. Menurutnya, publikasi yang konsisten dan dokumentasi berkualitas akan membuka peluang bagi tari tradisional ini untuk dikenal lebih luas hingga tingkat nasional dan internasional.

Dari unsur pemerintah daerah, Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pati, Kunardi, S.E., menyampaikan bahwa pengembangan Tari Topeng Soneyan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah Kabupaten Pati selama ini terus mendukung pelestarian tari tersebut melalui berbagai kegiatan, termasuk penampilan pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati serta penguatan desa wisata berbasis budaya.

Dalam paparan akademisi dari INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan Tari Topeng Soneyan tidak hanya berorientasi pada pelestarian, tetapi juga pada pemanfaatan nilai budaya dalam bidang pendidikan dan ekonomi kreatif. Ia menyoroti pentingnya kajian nilai karakter yang terkandung dalam tari, seperti tanggung jawab, disiplin, kebersamaan, dan kepemimpinan.

Selain itu, konsep artistik Tari Topeng Soneyan yang meliputi wiraga, wirasa, wirama, dan wirupa perlu dijaga sebagai pakem utama, sekaligus dikembangkan secara adaptif agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Hasil pengembangan ini direncanakan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum muatan lokal di wilayah Kabupaten Pati.

Dalam sesi diskusi, peserta FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Salah satunya adalah pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya melalui produksi miniatur topeng, merchandise bertema tari, paket wisata edukasi, serta konten digital seperti video dokumenter. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pelestarian budaya.

Peserta juga menekankan pentingnya digitalisasi budaya, termasuk dokumentasi gerakan tari, pembuatan website budaya desa, serta produksi konten media sosial secara rutin. Digitalisasi dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan promosi dan menjaga arsip budaya secara berkelanjutan.

Selain itu, aspek regenerasi menjadi perhatian utama melalui pelatihan rutin bagi anak-anak dan remaja, pembentukan kelompok tari di tingkat desa, serta integrasi Tari Topeng Soneyan dalam kegiatan pendidikan budaya di sekolah. Langkah ini bertujuan memastikan keberlanjutan tradisi di masa depan.

Kegiatan FGD ini diharapkan menjadi fondasi awal penyusunan roadmap pengembangan Tari Topeng Soneyan, termasuk desain kurikulum muatan lokal, model ekonomi kreatif berbasis budaya, serta rencana digitalisasi budaya. Dengan kolaborasi yang kuat, Tari Topeng Soneyan diharapkan mampu menjadi ikon budaya sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pati.  (*)

 

Next
This is the most recent post.
Older Post
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: FGD Pengembangan Tari Topeng Soneyan Pati Rating: 5 Reviewed By: Hamidulloh Ibda