Pati, Hamidullohibda.com - Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kebutuhan dan Desain Tari Topeng Soneyan Pati (TATOSOPA) digelar di Sanggar Budaya Waringin Tunggal pada Sabtu, 11 April 2026 oleh PT Sejahtera Inspirasi Bersama di aula Sanggar Budaya Waringin Tunggal Soneyan, Pati. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah pengembangan tari tradisional sebagai warisan budaya sekaligus potensi ekonomi masyarakat.
FGD tersebut
melibatkan unsur pemerintah desa, pemerintah daerah, akademisi, pelaku seni,
serta pihak swasta dan media. Diskusi difokuskan pada penguatan sinergi lintas
sektor guna memastikan keberlanjutan Tari Topeng Soneyan sebagai identitas
budaya di Desa Soneyan.
Perwakilan
pemerintah desa, Payatun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tari Topeng
Soneyan memiliki sejarah panjang dalam pelestarian budaya lokal. Sejak tahun
2010, desa ini telah menerima berbagai kunjungan dari peneliti, mahasiswa,
hingga tamu luar negeri yang tertarik mempelajari kesenian tersebut. “Pada
tahun 2021, Tari Topeng Soneyan resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak
Benda (WBTB), yang menjadi tonggak penting pengakuan terhadap nilai budaya
lokal,” katanya.
Ia juga menambahkan
bahwa pemerintah desa terus berkomitmen mendukung pelestarian budaya melalui
pendirian sanggar seni pada tahun 2022, serta pengembangan desa wisata budaya
yang mulai dirintis sejak 2024. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat
posisi Desa Soneyan sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
Sementara itu,
perwakilan PT Sejahtera Inspirasi Bersama, Arifin, menekankan pentingnya peran
media dalam memperluas jangkauan promosi Tari Topeng Soneyan. Menurutnya,
publikasi yang konsisten dan dokumentasi berkualitas akan membuka peluang bagi
tari tradisional ini untuk dikenal lebih luas hingga tingkat nasional dan
internasional.
Dari unsur
pemerintah daerah, Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata
Kabupaten Pati, Kunardi, S.E., menyampaikan bahwa pengembangan Tari Topeng
Soneyan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah Kabupaten Pati selama ini
terus mendukung pelestarian tari tersebut melalui berbagai kegiatan, termasuk
penampilan pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati serta penguatan desa wisata
berbasis budaya.
Dalam paparan
akademisi dari INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan bahwa
pengembangan Tari Topeng Soneyan tidak hanya berorientasi pada pelestarian,
tetapi juga pada pemanfaatan nilai budaya dalam bidang pendidikan dan ekonomi
kreatif. Ia menyoroti pentingnya kajian nilai karakter yang terkandung dalam
tari, seperti tanggung jawab, disiplin, kebersamaan, dan kepemimpinan.
Selain itu, konsep
artistik Tari Topeng Soneyan yang meliputi wiraga, wirasa, wirama, dan wirupa
perlu dijaga sebagai pakem utama, sekaligus dikembangkan secara adaptif agar
tetap relevan dengan perkembangan zaman. Hasil pengembangan ini direncanakan
dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum muatan lokal di wilayah Kabupaten Pati.
Dalam sesi diskusi,
peserta FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Salah satunya adalah
pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya melalui produksi miniatur topeng,
merchandise bertema tari, paket wisata edukasi, serta konten digital seperti
video dokumenter. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan
masyarakat sekaligus memperkuat pelestarian budaya.
Peserta juga
menekankan pentingnya digitalisasi budaya, termasuk dokumentasi gerakan tari,
pembuatan website budaya desa, serta produksi konten media sosial secara rutin.
Digitalisasi dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan promosi
dan menjaga arsip budaya secara berkelanjutan.
Selain itu, aspek
regenerasi menjadi perhatian utama melalui pelatihan rutin bagi anak-anak dan
remaja, pembentukan kelompok tari di tingkat desa, serta integrasi Tari Topeng
Soneyan dalam kegiatan pendidikan budaya di sekolah. Langkah ini bertujuan
memastikan keberlanjutan tradisi di masa depan.
Kegiatan FGD ini diharapkan menjadi fondasi awal
penyusunan roadmap pengembangan Tari Topeng Soneyan, termasuk desain kurikulum
muatan lokal, model ekonomi kreatif berbasis budaya, serta rencana digitalisasi
budaya. Dengan kolaborasi yang kuat, Tari Topeng Soneyan diharapkan mampu
menjadi ikon budaya sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat di Kabupaten
Pati. (*)

0 komentar:
Post a Comment