Magelang, Hamidullohibda.com — Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., didapuk menjadi narasumber dalam kegiatan parenting siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Magelang, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta dari unsur siswa dan wali murid tersebut mengangkat tema pentingnya membangun kesadaran bersama dalam menghadapi dan menyukseskan Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Dalam kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan MAN 1 Magelang tersebut, Hamidulloh Ibda membawakan materi bertajuk Membangun Kesadaran Bersama Murid dan Wali Murid akan Penting dan Suksesnya Tes Kompetensi Akademik (TKA). Materi ini menekankan bahwa keberhasilan peserta didik tidak hanya ditentukan oleh kesiapan akademik, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, pendampingan madrasah, penguatan spiritual, serta kesehatan fisik dan mental.
Di hadapan ratusan peserta, Hamidulloh menegaskan bahwa TKA bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan dihadapi dengan persiapan, kedisiplinan, dan kepercayaan diri. "TKA merupakan kesempatan bagi murid untuk mengenali dan menunjukkan kemampuan akademiknya. Hasil tes bukan satu-satunya ukuran kecerdasan, karakter, maupun masa depan peserta didik. Karena itu, rasa takut harus diubah menjadi kesiapan, rasa malas menjadi disiplin, dan keraguan menjadi ikhtiar," jelasnya.
Menurut dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) INISNU Temanggung tersebut, persiapan menghadapi TKA perlu dibangun melalui kolaborasi tiga unsur utama, yakni murid, orang tua, dan madrasah. Ketiganya memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan ekosistem belajar yang kondusif.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak menjadikan ujian sebagai sumber tekanan bagi anak. Sebaliknya, orang tua harus hadir sebagai penguat melalui komunikasi yang positif, kasih sayang, doa, keteladanan, dan apresiasi terhadap setiap proses belajar anak.
"Jangan sampai anak lebih takut kepada orang tuanya daripada menghadapi soal TKA. Dengarkan kesulitan anak tanpa langsung menghakimi, hindari membandingkan dengan orang lain, dan apresiasi proses serta kemajuan yang telah dicapai," tegasnya.
Selain membahas strategi belajar di rumah, Hamidulloh juga menguraikan karakteristik dan gaya belajar Generasi Z, teori kecerdasan majemuk, pengelolaan stres dan kecemasan, penguatan motivasi, hingga pentingnya membangun hubungan spiritual dengan Allah Swt. dalam proses menuntut ilmu.
Ia turut mengajak para murid meluruskan niat belajar. Menurutnya, belajar tidak semata-mata untuk memperoleh nilai tinggi atau lulus ujian, tetapi merupakan bagian dari ibadah, tanggung jawab, dan upaya membangun masa depan. "Belajar bukan hanya agar lulus TKA, tetapi membangun budaya pembelajar agar tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat," ungkapnya.
Dalam perspektif pendidikan Islam, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga salat lima waktu, berdoa, berzikir, membaca Al-Qur'an, serta menyeimbangkan tawakal dengan ikhtiar. Persiapan akademik, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan kesiapan fisik, mental, dan spiritual.
Kegiatan parenting ini juga menjadi ruang refleksi bersama bagi orang tua dan murid untuk membangun pola komunikasi yang lebih sehat. Orang tua diharapkan tidak hanya menuntut hasil, tetapi turut menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, sementara murid harus memiliki kesadaran untuk belajar secara disiplin dan konsisten.
Ibda menutup materinya dengan menekankan bahwa anak tidak harus menghadapi masa depannya sendirian. Murid berjuang dengan belajar, orang tua menguatkan dengan doa, kasih sayang, dan keteladanan, sedangkan madrasah membimbing melalui ilmu dan pendampingan.
"Kuncinya adalah sinergi, kolaborasi, usaha, doa, istikamah, dan tawakal. TKA bukan sekadar tentang mengerjakan soal, tetapi juga membangun kesiapan, tanggung jawab, dan karakter untuk masa depan," tandasnya.
Keterlibatan Rektor INISNU Temanggung dalam kegiatan parenting di MAN 1 Magelang ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kualitas pendidikan, khususnya melalui pengembangan kapasitas peserta didik dan pendampingan keluarga.
Melalui kehadiran dosen dan pimpinan perguruan tinggi sebagai narasumber di berbagai forum pendidikan, INISNU Temanggung terus memperluas kontribusi keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, madrasah, orang tua, dan peserta didik diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik, kuat secara spiritual, serta memiliki karakter dan kompetensi untuk menghadapi tantangan masa depan. (*)

0 komentar:
Post a Comment