TEMANGGUNG, Hamidullohibda.com – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar prosesi Yudisium dan Seminar Karier bagi para calon lulusannya. Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., yang memberikan arahan penting terkait tantangan dunia kerja modern. Hal itu disampaikan usai pembacaan Surat Keputusan oleh Dekan FTK Yenny Aulia Rachman, M.Pd., tentang Yudisium Mahasiswa.
Dalam arahannya, Rektor Dr.
Hamidulloh Ibda, M.Pd., menekankan bahwa para lulusan FTK hari ini dihadapkan
pada dunia yang tidak lagi statis. Mengutip istilah militer dari U.S. Army War
College tahun 1987 yang kemudian dipopulerkan oleh futurolog Bob Johansen
(2007), ia menyebut saat ini kita berada di tengah dinamika era VUCA
(Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).
"Jika meminjam istilah
pidato Bung Karno pada 17 Agustus 1964, era sekarang bisa disebut sebagai
Vivere Pericoloso, tahun yang nyerempet bahaya, khususnya bagi mereka yang
tidak siap beradaptasi," ujar Ibda.
Di hadapan para peserta yudisium,
ia membedah empat tantangan besar VUCA yang dikontekstualisasikan dengan
nilai-nilai Al-Qur'an dan realitas dunia digital.
Pertama, era volatility (gejolak).
Perubahan kurikulum yang sangat cepat, seperti masuknya materi koding, AI, atau
KKA sebagai mata pelajaran. Fenomena perputaran zaman yang cepat ini selaras
dengan QS. Ali 'Imran ayat 140 mengenai hari-hari yang dipergilirkannya di
antara manusia.
Kedua, era uncertainty (ketidakpastian).
Banyak profesi administrasi hingga desain grafis mulai digantikan otomatisasi.
Hal ini mengingatkan pada QS. Luqman ayat 34 bahwa tidak ada seorang pun yang
tahu dengan pasti apa yang akan dikerjakannya besok.
Ketiga, era complexity (kompleksitas).
Masalah dunia kerja semakin rumit dan multisektoral. Menurut Rektor, lulusan
saat ini tidak bisa lagi sekadar mengandalkan selembar ijazah atau gelar
akademis tanpa keahlian nyata.
Keempat, era ambiguity (ambiguitas).
Kaburnya batasan orisinalitas akibat ketergantungan pada teknologi kecerdasan
buatan seperti ChatGPT atau Gemini AI dalam pengerjaan tugas akhir.
Untuk memenangkan persaingan di
era yang penuh gejolak ini, Dr. Hamidulloh Ibda menginstruksikan para lulusan
untuk menguasai formula 3C, yaitu competence (keahlian) baik bidang pedagogi
maupun digital, character (integritas & moral) sebagai benteng etika, serta
connectivity (jaringan/networking) untuk membuka peluang kolaborasi di
masyarakat.
Lebih lanjut, Rektor juga
memetakan sedikitnya enam pilihan jalur karier yang dapat ditempuh secara
optimis oleh para sarjana baru FTK INISNU bisa mengikuti seleksi CPNS atau
CPPPK, mengabdi sebagai Guru Tetap Yayasan di lembaga pendidikan Islam swasta
atau umum, membuka kran Wirausaha mandiri (seperti mendirikan Bimbel, produksi
media, atau jasa pendidikan).
“Anda juga bisa mengisi profesi
alternatif seperti menjadi Perangkat Desa untuk membangun peradaban dari
tingkat akar rumput, mengambil posisi jabatan alternatif penyelenggara pemilu
(seperti PPS, Panwaslu, BAWASLU, KPU, atau PPK),” kata Rektor.
Selanjutnya, era yang makin tak menentu
ini, silakan melanjutkan studi ke jenjang S2 (Magister) baik di dalam maupun
luar negeri. “Atau silakan daftar di S2 PAI dan S2 HKI INISNU Temanggung,” ajak
Rektor.
Sebagai modal utama melangkah ke
masyarakat, Rektor menegaskan bahwa seluruh lulusan FTK INISNU dibekali dengan
status akreditasi program studi yang sangat baik dan resmi diakui negara. Saat
ini, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) telah sukses meraih
akreditasi Unggul, sedangkan Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
berstatus Baik Sekali. Sementara itu, untuk Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI)
dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) saat ini mengantongi akreditasi B. “Khusus
untuk Prodi MPI, saat ini sedang dalam proses penilaian di Majelis LAMDIK dan
diharapkan segera menyusul meraih predikat Unggul,” kata Ibda.
Di akhir acara, Rektor mengajak
seluruh sivitas akademika untuk berdoa bersama demi kesuksesan, keberkahan
ilmu, dan kelancaran karier para lulusan FTK INISNU Temanggung di masa depan.
Dalam kesempatan itu, hadir narasumber yaitu guru SD Negeri Tegowanuh Kaloran,
Temanggung, Tri Laksono, M.Pd., yang merupakan alumni Prodi PAI FTK INISNU
Temanggung. (*)


0 komentar:
Post a Comment