Latest News

Ingin bisa menulis? Silakan ikuti program training menulis cepat yang dipandu langsung oleh dosen, penulis buku, peneliti, wartawan, guru. Silakan hubungi 08562674799 atau klik DI SINI

Friday, 5 June 2026

Prodi PGMI INISNU Gelar Seminar Internasional, Hadirkan Narasumber dari Pakistan


Temanggung, Hamidullohibda.com
– Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar Seminar Internasional bertajuk “Islamic Education Transformation for SDGs: Bridging Faith, Knowledge, and Global Sustainability” pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan akademisi, dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai perguruan tinggi serta narasumber internasional dari Pakistan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PGMI FTK INISNU Temanggung, PGMI IAINU Kebumen, dan UNSIQ Wonosobo.


Seminar internasional tersebut menghadirkan narasumber utama Dr. Wazir Ali, M.A., M.Ed., M.Phil. dari School Education Department, Government of Balochistan, Pakistan. Selain itu, hadir pula Dr. Umi Arifah, S.Pd.I., M.M., Dekan Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen, dan Dr. Warsiyah, S.Pd.I., M.S.I., Kaprodi PAI UNISSULA Semarang. Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Wonosobo, Dr. Ahmad Khoiri, M.Pd., menyampaikan opening remarks.


Rektor INISNU Temanggung, Hamidulloh Ibda, dalam kesempatan tersebut tampil sebagai keynote speaker. Ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, nilai-nilai dasar SDGs memiliki keselarasan yang kuat dengan prinsip-prinsip ajaran Islam.


“Islam mengajarkan keadilan (al-'adl), kasih sayang (rahmah), kepemimpinan manusia sebagai khalifah di bumi (khalifah fil ardh), pencarian ilmu (thalabul 'ilm), kemaslahatan (maslahah), dan penghormatan terhadap martabat manusia (karamah al-insan). Seluruh prinsip tersebut sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.


Ia juga menyoroti kontribusi Nahdlatul Ulama melalui jaringan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dalam mengembangkan nilai-nilai Mabadi Khaira Ummah sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang berkeadaban. Lima pilar utama yang menjadi landasan tersebut meliputi ash-shidqu (kejujuran), al-amanah wal wafa bil 'ahdi (amanah dan menepati janji), al-'adalah (keadilan), at-ta'awun (gotong royong), dan al-istiqamah (konsistensi).


Menurut Hamidulloh, Program Studi PGMI memiliki posisi strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai SDGs dengan pendidikan Islam. Ia menekankan bahwa SDGs bukan sekadar target internasional, melainkan peluang untuk mengaktualisasikan ajaran Islam melalui pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan keberlanjutan.


Dalam konteks pendidikan Islam, ia menggarisbawahi relevansi SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Pada SDG 4, pendidikan Islam dapat mengembangkan konsep pembelajaran sepanjang hayat, pendidikan holistik, pendidikan karakter, adab dan akhlak, pembelajaran inklusif, serta profesionalisme guru. Sementara pada SDG 16, pendidikan Islam dapat memperkuat moderasi beragama, pendidikan perdamaian, toleransi, pendidikan multikultural, dan harmoni sosial.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa lembaga PGMI harus mampu menyiapkan calon guru sekolah dasar dan madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang utuh. Guru masa depan, katanya, harus menjadi pribadi yang berlandaskan spiritualitas, kompeten secara akademis, peduli lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, melek digital, serta memiliki wawasan global.


Melalui seminar internasional tersebut, Hamidulloh berharap terbangun pertukaran gagasan, penguatan kolaborasi internasional, dan pengembangan praktik-praktik pendidikan inovatif yang dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai pendidikan Islam.


“Pendidikan Islam harus mampu menjembatani iman, ilmu pengetahuan, dan keberlanjutan global. Dari ruang kelas dan madrasah, kita dapat menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan siap menghadapi tantangan dunia masa depan,” pungkasnya.


Seminar internasional yang diikuti ratusan peserta tersebut menjadi ruang kolaborasi akademik lintas negara untuk memperkuat peran pendidikan Islam dalam menjawab tantangan global serta mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan melalui penguatan kualitas pendidikan dan karakter generasi masa depan. (*)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Prodi PGMI INISNU Gelar Seminar Internasional, Hadirkan Narasumber dari Pakistan Rating: 5 Reviewed By: Hamidulloh Ibda