Oleh Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd.
Disampaikan Jumat 17 April 2026 di Masjid Al-Ittihad INISNU Temanggung
Khotbah
Pertama
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ
بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ
الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
رَسُوْلُ اللّٰه،
اَللّٰهُـمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا
بَعْدُ :
فَيَا عِبَادَ اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ
وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
وَقَالَ تَعَالَى: ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا
كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
٤١
Ma’asyiral
muslimin, jemaah Jumat Masjid Al-Ittihad, rahimakumullah,
Mengawali
khutbah Jumat ini, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan jemaah semua untuk
meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT, zat yang menggenggam
alam semesta, yaitu dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah
SWT.
Hadirin
jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik
mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada hari Jumat, 06 Februari 2026,
pukul 01.06.10 WIB dini hari (Tempo.co,
(6/2/2026). Data BMKG mencatat sejak pukul 01.06 WIB hingga 06.15 WIB tadi pagi,
terjadi empat kali gempa sebagai susulan dari gempa utama berskla 6,4 Magnitudo.
Lokasi gempa di laut pada jarak 89 KM arah tenggara Kota Pacitan pada kedalaman
58 KM (Murianews.com,
6/2/2026).
BMKG
melaporkan, efek gempa ini berdampak dan dirasakan sampai daerah Bantul,
Sleman, Kulon Progo, Wonogiri, Cirebon, Blitar, Surakarta, hingga Kabupaten Temanggung.
Kita dini hari tadi merasakan gempa skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity), yaitu
getaran dirasakan nyata dalam rumah, sampai terasa getaran seakan-akan ada truk
lewat.
Hadirin
jemaah Jumat rahimakumullah,
UU
Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana membagi bencana menjadi tiga:
Bencana Alam, Bencana Nonalam, dan Bencana Sosial, masing-masing disebabkan
faktor alam (geologi, meteorologi, klimatologi, osenaografi, biologi),
peristiwa non-alam (seperti teknologi, epidemi (penyakit), kesalahan manusia / human
error), dan faktor manusia (konflik, teror, fanatisme buta,
ketidaksetaraan, dan lainnya).
Di
akhir tahun 2025 sampai Februari 2026 ini banyak bencana alam terjadi. Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
melaporkan per 8 Oktober 2025, Indonesia mengalami 2.535 kejadian bencana alam.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, mencatat per 1
Januari - 4 Desember 2025, terdapat 524 kejadian bencana alam di Jateng.
Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung melaporkan di
Temanggung per 1 Januari – 31 Desember 2025 terjadi 50 bencana. Rinciannya:
tanah longsor 27 kejadian, banjir 6 kali, dan cuaca ekstrem 17 kali dengan
taksiran total kerugian Rp 3,23 miliar (BPDB,
Januari 2026).
BPBD
Temanggung mencatat ada 24-24 titik kejadian bencana di tahun 2025. Bencana
alam di Temanggung yang sering terjadi adalah tanah longsor, cuaca ekstrem, dan
banjir. Titik longsor terjadi di bagian utara dan timur Temanggung yaitu Bejen,
Tretep, Kaloran, dan Kandangan. Sedangkan banjir didominasi daerah rendah dan
sepanjang aliran sungai seperti Temanggung Kota, Kranggan, Parakan, dan Bulu.
Bencana-bencana
termasuk gempa bumi tadi pagi adalah bentuk peringatan Allah, dan kita harus
bermuhasabah diri.
Hadirin
jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Allah
Swt berfirman dalam Surat Ar-Rum ayat 41,
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ
لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka
merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan
yang benar).”
Jika
kita bermuhasabah, apakah ini sunnatullah atau akibat dari ulah manusia?
Mari kita kaji perspektif Al-Quran.
Allah
Swt berfirman dalam Surat Asy-Syura Ayat 30
وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ
فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ
“Dan
apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan
tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu).” (Q.S. Asy-Syura
Ayat 30).
Di
dalam Al-Quran, disebutkan istilah-istilah tentang kehancuran, bencana, atau
kerusakan. Kategorinya ada dua jenis. Pertama, kehancuran dalam arti sunnatullah
(ketentuan Allah), seperti اَلْقَارِعَةُ (Al-Qāri'ah)
/ hari yang menggemparkan (Q.S. Al-Qāri'ah ayat 1-5, اَلْحَاقَّةُ (Al-Hāqqah)
/ hari kebenaran/kiamat (hari yang pasti terjadi) tersebut dalam Q.S. Al-Hāqqah
ayat 1-3. Kemudian, اَلسَّاعَةُ (As-Sā'ah)
/ hari/waktu yang telah ditentukan (kiamat) dalam Q.S. Al-A'rāfayat 187, يَوْمُ الْقِيَامَةِ (Yaumul
Qiyāmah) / hari kiamat atau hari kebangkitan, dalam Q.S. Al-Baqarah ayat
85, يَوْمُ
الزَّلْزَلَةِ (Yaumuz Zilzalah) / hari kegoncangan, dalam
Q.S. Az-Zalzalah ayat 1-2, dan هَلَكَ (Halaka) /
بَانَتْ (Bānat)
/ binasa / akan binasa (semua yang ada), tersebut dalam Q.S. Ar-Raḥmān ayat
26-27.
Kedua,
ketegori kerusakan/kehancuran akibat perbuahan manusia yang mengakibatkan azab. Yaitu عَذَاب ('Azāb)
/ siksaan atau hukuman (yang bisa mendatangkan kehancuran), tersebut dalam Q.S.
Hūd ayat 89, أَهْلَكَ (Ahlaka) / kehancuran, kebinasaan
dalam Q.S. Al-Qasas ayat 58, دَمَّرَ (Dammara)
/ تَدْمِير (Tadmīr)
/ menghancurkan, membinasakan secara total, dalam Q.S. Al-Furqān ayat 36.
Selanjutnya
ظُلُمَات (Ẓulumāt)
(bentuk jamak dari ẓulmah) berarti kegelapan-kegelapan, dalam Al-Baqarah
Ayat 257, Al-An'ām Ayat 59, Ar-Ra’d Ayat 16, Ibrāhīm Ayat 1, Al-Aḥzāb Ayat 43, Fāṭir Ayat 20, Al-Ḥadīd Ayat
9, dan Aṭ-Ṭalāq Ayat 11. Kemudian فَسَاد (Fasād) / kerusakan,
kekacauan/perbuatan merusak keseimbangan, dalam Q.S. Ar-Rūm ayat 41.
Ma’asyiral
Muslimin rahimakumullah,
Lalu,
apa solusi jangka panjangnya? Pertama, membangun moral, akhlakul karimah, dan
karakter baik (good character building) bangsa. Allah Swt berfirman:
اِنَّ
اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ
اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ
مِنْ وَّالٍ ١١
"Sesungguhnya
Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada
pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum,
tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi
mereka selain Dia (Allah)." (Q.S. Surat Ar-Ra'd Ayat 11).
Kedua,
penguatan pendidikan berbasis nilai, sains, dan teknologi beradab. Dalam
kitab المعجم المفهرس لألفاظ
القرآن الكريم (Mu’jam Mufahras
li Alfāẓil Qur’ānil Karim) karya Muhammad Fu’ad ‘Abdul Baqi, disebutkan Al-Qur’an
mengulang kata ilm / ilmun lebih dari 750 kali dari 6.236 ayat, 114
surat, dan 30 juz. Artinya, Allah menyeru umat Islam mencintai ilmu
pengetahuan. Mari kita tuntut ilmu sebanyak mungkin dengan cara belajar,
sekolah, kuliah, ngaji, dan menitipkan anak-anak kita ke madrasah, sekolah,
pesantren, dan kampus dengan harapan bisa mengamalkan ilmu sebagai cahaya yang
menerangi dunia. Seperti di komplek Kampus Hijau ini adalah INISNU Temanggung,
Akper Alkautsar, TK ELPIST, MI ELPIST, LP Ma’arif NU, KBIHU Babussalam, semua lembaga
ini adalah dalam rangka menguatkan pendidikan berbasis akhlakul karimah.
Ketiga,
membangun keluarga sebagai benteng pendidikan pertama (madrasatul ula),
utamanya melalui pendidikan keteladanan dari ibu dan bapak pada anak-anaknya. Sebab,
kerusakan bangsa bisa berasal dari lemahnya fondasi keluarga.
Keempat,
pemimpin adil, berkualitas, berintegritas, dan bertanggungjawab. Kelima,
amar ma’ruf nahi munkar. Keenam,
menjaga lingkungan dan sumber daya alam dari diri sendiri, dari hal-hal kecil,
dan dimulai sejak dini.
Allah
Swt berfirman dalam Al-A'raf Ayat 56
وَلَا
تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ
رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ ٥٦
“Janganlah
kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya
dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat
dengan orang-orang yang berbuat baik.” (Al-A'raf, Ayat
56)
Ketujuh,
membangun kesalehan spiritual, dan kesalehan ekoteologis dengan budaya ilmiah dan peradaban Islam, dibarengi
dengan tindakan nyata berbasis pada kemasalahan umat manusia
dalam rangka menjaga keseimbangan alam,
memayu hayuning bawana sebagai
implementasi perintah khalifah fil-ard
dan implementasi Islam rahmatan lilalamin.
Kedelapan,
kesiapsiagaan, literasi, dan mitigasi bencana. Kesembilan, menjaga keutuhan
dunia secara vertikal dan horizontal dengan prinsip hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal alam dalam rangka imaratul
ardh (عِمَارَةُ الأَرْضِ) atau “memakmurkan
bumi”.
Ma’asyiral
Muslimin rahimakumullah,
Pertanyaannya,
siapa yang menjaga manusia dari bencana? Tentu diri kita masing-masing.
Semoga
kita warga Kabupaten Temanggung, khususnya jemaah Jumat semua ini, senantiasa
dijaga dan dijauhkan Allah dari segala bentuk bencana, baik bencana alam,
bencana non-alam, bencana sosial, maupun azab. Amin ya rabbal alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ
كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
KHOTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا.
أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى
اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ،
أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ
اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى
آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ
وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ
وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ
بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ،
إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى
عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

0 komentar:
Post a Comment