Latest News

Ingin bisa menulis? Silakan ikuti program training menulis cepat yang dipandu langsung oleh dosen, penulis buku, peneliti, wartawan, guru. Silakan hubungi 08562674799 atau klik DI SINI

Tuesday, 29 September 2026

Persiapan KPID Award, Dewan Pengawas dan Direksi Evaluasi Temanggung TV


TEMANGGUNG – Dewan Pengawas bersama Direksi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) eRTe FM dan LPPL Temanggung TV melakukan pertemuan internal untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sekaligus membahas strategi penguatan kelembagaan dan pengembangan lembaga penyiaran lokal di tengah perubahan lanskap industri televisi.

Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Makan Bang Kumis, Kebonsari, Temanggung, Rabu, 30 September 2026. Pertemuan diikuti jajaran Dewan Pengawas dan Direksi LPPL eRTe FM serta LPPL Temanggung TV.

Ketua Dewan Pengawas LPPL Temanggung TV, Dr. Hamidulloh Ibda, menegaskan bahwa evaluasi perlu dilakukan secara berkala agar keberadaan televisi lokal tidak sekadar bertahan secara kelembagaan, tetapi mampu meningkatkan kualitas program, sumber daya manusia, teknologi produksi, serta relevansi konten bagi masyarakat Temanggung.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi internal kelembagaan, termasuk pembahasan laporan kegiatan periode tahunan, evaluasi pelaksanaan kegiatan, persiapan KPID Award 2026, serta sejumlah persoalan yang perlu segera ditindaklanjuti.

Salah satu agenda penting yang dibahas adalah persiapan mengikuti KPID Award 2026. Direksi LPPL Temanggung TV didorong untuk menyiapkan program dan materi yang memiliki kualitas serta memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam ajang penghargaan penyiaran tersebut.

Namun, dalam proses persiapan itu terdapat sejumlah kendala yang perlu diselesaikan, terutama berkaitan dengan sumber daya manusia.

Kondisi personel menjadi salah satu tantangan yang cukup serius. Pada bagian pemberitaan, misalnya, kebutuhan produksi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan jurnalistik, tetapi juga kesiapan personel untuk melakukan produksi di lapangan, tapping, maupun produksi indoor di studio. Kondisi tersebut semakin kompleks karena terdapat personel yang mengundurkan diri sehingga komposisi SDM perlu kembali ditata.

Persoalan SDM tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan televisi lokal tidak cukup hanya mengandalkan peralatan dan infrastruktur. Kualitas program sangat bergantung pada ketersediaan personel yang memiliki kompetensi jurnalistik, produksi televisi, teknis penyiaran, hingga kemampuan mengembangkan konten yang sesuai dengan karakter masyarakat lokal.

Selain SDM, persoalan teknis peralatan studio juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.

Sejumlah perangkat studio mengalami kendala. Upaya perbaikan sebelumnya telah dilakukan dengan membawa peralatan ke Yogyakarta. Namun, setelah dilakukan reparasi, perangkat tersebut belum dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Kondisi ini menjadi pertimbangan perlunya pembaruan atau pengadaan peralatan agar proses produksi dan penyiaran dapat berjalan secara optimal.

Pembenahan peralatan dipandang penting karena televisi saat ini menghadapi tuntutan kualitas produksi yang semakin tinggi. Penonton tidak lagi hanya membandingkan televisi lokal dengan televisi lokal lainnya, tetapi juga dengan berbagai platform digital, media sosial, layanan streaming, dan konten video berbasis internet.

Di sisi lain, terdapat perkembangan positif pada aspek pendapatan melalui iklan. Iklan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun sektor swasta sudah mulai berjalan. Hal tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan operasional LPPL.

Namun, penguatan sumber pendapatan tetap perlu dilakukan secara terencana agar televisi lokal tidak terlalu bergantung pada satu sumber pembiayaan. Pengembangan kemitraan dengan pemerintah daerah, BUMD, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem LPPL.

Pertemuan juga menyoroti pentingnya koordinasi antara Dewan Pengawas, Direksi, dan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika. Koordinasi tersebut diperlukan agar persoalan kelembagaan, teknis, SDM, program, hingga pengembangan LPPL dapat dibahas secara terpadu.

Hal tersebut semakin penting karena industri pertelevisian nasional sedang menghadapi perubahan besar. Tren konsumsi televisi mengalami tekanan, terutama pada televisi lokal, seiring pergeseran kebiasaan masyarakat menuju platform digital.

Karena itu, LPPL Temanggung TV perlu membaca perubahan tersebut bukan semata sebagai ancaman, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan transformasi.

Televisi lokal tidak cukup hanya mempertahankan pola penyiaran konvensional. Konten televisi perlu diperkuat sekaligus didistribusikan melalui berbagai kanal digital agar jangkauan audiens semakin luas. Identitas lokal justru dapat menjadi kekuatan utama karena televisi lokal memiliki kedekatan dengan masyarakat, budaya, pemerintahan, komunitas, dan berbagai peristiwa yang tidak selalu menjadi perhatian media nasional.

Dalam konteks tersebut, keberadaan LPPL Temanggung TV memiliki posisi strategis sebagai media informasi publik daerah. Tantangannya adalah bagaimana fungsi pelayanan publik tersebut tetap berjalan dengan kualitas produksi yang baik, SDM yang memadai, peralatan yang mendukung, serta model pengelolaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perilaku audiens.

Dewan Pengawas mendorong agar berbagai persoalan yang ditemukan dalam evaluasi tidak berhenti sebagai catatan rapat, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah yang terukur. Persoalan SDM perlu dipetakan, kebutuhan peralatan perlu dihitung berdasarkan prioritas, program unggulan perlu diperkuat, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan perlu dilakukan secara lebih intensif.

Dengan demikian, evaluasi tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan LPPL eRTe FM dan LPPL Temanggung TV semakin profesional, adaptif, dan mampu menjalankan fungsi pelayanan informasi publik di tengah perubahan industri media.

Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa tantangan televisi lokal memang tidak ringan. Namun, dengan pembenahan kelembagaan, penguatan SDM, modernisasi teknologi, pengembangan konten, optimalisasi iklan, serta koordinasi lintas pihak, LPPL Temanggung TV masih memiliki ruang yang kuat untuk tumbuh dan mempertahankan relevansinya di tengah perubahan ekosistem media.

 

Next
This is the most recent post.
Older Post
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Persiapan KPID Award, Dewan Pengawas dan Direksi Evaluasi Temanggung TV Rating: 5 Reviewed By: Hamidulloh Ibda