Latest News

Ingin bisa menulis? Silakan ikuti program training menulis cepat yang dipandu langsung oleh dosen, penulis buku, peneliti, wartawan, guru. Silakan hubungi 08562674799 atau klik DI SINI

Friday 20 June 2014

Analisis SWOT dan alternatif pemecahan masalah di SD

Analisis SWOT di SD Saraswati 02 Denpasar
1.      Kekuatan (Strength) SD Saraswati 2 Denpasar adalah :
a.    Memiliki keragaman metode dalam mengajar.
b.    Memiliki Kepala sekolah, guru, dan staff yang berkompeten di bidangnya
c.    Karena dikelola oleh yayasan yang bersifat swasta sehingga orang tua / wali murid dan masyarakat secara umum terlibat dan sangat berperan dalam pengembangan dan pembangunan sekolah.

2.      Kelemahan (weakness) SD Saraswati 2 Denpasar adalah :
a.    Kesesuaian guru dalam mengajar hanya 50%.
b.    Lahan sekolah sempit sehingga penambahan sarana dan prasarana yang berupa gedung mengalami kendala.
c.    Satu lokasi dan berdampingan dengan SD Sarawawati 1 Denpasar sehingga persaingan antara kedua sekolah sangat terasa.
d.   Guru yang dimiliki baru sebagian besar masih Diploma.

3.      Kesempatan (opportunity) yang dimiliki SD Sarawati 02 Denpasar :
a.    Dengan adanya otonomi yang diberikan kepada sekolah, maka sekolah dapat mengembangkan kegiatan-kegiatan potensial yang dapat membanggakan sekolah, misalnya di bidang budaya lokal.

4.      Ancaman (threat) yang ada di SD Sarawati 02 Denpasar :
a.    Suasana sekolah yang ramai kurang mendukung pembelajaran yang berlangsung baik di kelas maupun di luar kelas
b.    Karena terletak satu lokasi dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, pengaruh pergaulan berdampak bagi anak usia SD.



1)      Pemecahan masalah
Untuk pemecahan masalah, SD Saraswati 2 Denpasar memperhatikan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya untuk kenudian dicari pemecahannya. Misalnya untuk mencapai target rata-rata nilai Matematika 8,50 SD Saraswati 2 Denpasar memiliki alternatif pemecahannya, antara lain:
Dari faktor internal:
a.       Memberikan bimbingan untuk guru Matematika setiap kelas.
b.      Mengadakan roling bagi guru kelas yang menguasai Matematika.
c.       Mengadakan KKG untuk metode mengajar.
d.      Mengadakan bimbingan dan penyuluhan.
e.       Mengefektifkan waktu belajar dengan tambahan jam belajar sore hari dan mengadakan latihan soal-soal Matematika.
f.       Memberikan beasiswa bagi siswa kurang mampu.

Dari faktor eksternal:
a.       Memberikan bimbingan dan penyuluhan.
b.      Mengadakan pendekatan dengan orang tua.
c.       Mengefektifkan belajar kelompok dan memperbanyak pekerjaan rumah.
Untuk lebih lengkapnya observer melampirkan tabel identifikasi fungsi SD Saraswati 2 Denpasar.

a.      Evaluasi dan monitoring pelaksanaan
Evaluasi dan monitoring pelaksanaan dilakukan oleh kepala sekolah dan semua pihak yang berkepentingan, antara lain masyarakat, tokoh masyarakat, dan guru.

b.      Rencana peningkatan mutu
Rencana peningkatan mutu di SD Saraswati 2 Denpasar melalui program-program tertentu. Misalnya untuk meningkatkan mutu pada program penunjang sumber belajar, sekolah menambah sarana belajar yaitu pengadaan bangku dan meja siswa, pengdaan bangku dan meja guru, kursi meja TU, menambah sumber belajar (buku penunjang kelas, penambahan buku BOS), alat peraga (kaset CD Bahasa Indonesia, kaset CD Tari, dan kaset biasa), dan menambah media belajar (komputer, Tape recorder, Mic upacara bendera, dan laptop). Contoh program yang lain antara lain peningkatan sarana olahraga, pramuka dan kesenian, program peningkatan sarana perpustakaan, dan program peningkatan nilai-nilai keagamaan. Untuk lebih jelasnya, observer melampirkan rencana anggaran program peningkatan mutu.

c.    Perumusan sasaran mutu baru
Untuk perumusan sasaran mutu baru, SD Saraswati 2 Denpasar mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya, misalnya perkembangan pendidikan, tuntutan masyarakat sekitar, kemampuan siswa itu sendiri, dan tuntutan sekolah di jenjang yang lebih tinggi.

d.      Administrasi Kepegawaian
        Dari hasil observasi yang dilakukan di SD Saraswati 2 Denpasar, administrasi kepegawaiannya dapat dijabarkan sebagai berikut:
Rencana kebutuhan guru dan pegawai dan  usulan pengadaan guru dan pegawai sepenuhnya berada dalam penguasaan yayasan. Usulan kenaikan gaji disesuaikan dengan gaji pegawai negeri. Usulan kenaikan pangkat dan golongan kenaikan pangkat dan golongan disesuaikan dengan masa kerja dan pendidikan, hal ini diatur oleh pihak yayasan. Guru dinilai oleh yayasan dan buku dipegang oleh yayasan. Daftar urutan pangkat golongan / daftar urutan kepangkatan tercantum pada papan  keadaan guru dan pegawai. Guru dinilai oleh yayasan dan buku daftar penilaian pekerjaan dipegang oleh yayasan. SD Saraswati 2 Denpasar juga memiliki buku cuti guru dan pegawai, surat permintaan pensiun, surat permintaan pembayaran pensiun, daftar presensi guru dan data kepegawaian, data kepegawaian, kartu pribadi guru dan pegawai.
Pada dasarnya hal-hal yang menyangkut administrasi kepegawaian sepenuhnya dibawah monitoring dan pengawasan yayasan.
Peran yayasan:
a.       Sebagai supervisior: yaitu yayasan bertugas sebagai pengembang dan memperbaiki kinerja dan program-program SD yang diampu.
b.      Sebagai administrator: disisni peran yayasan sebagai monitoring dan pengontrol dalam kegiatan administrasi dari SD yang diampu. Yayasan layaknya sebagai UPTD Kecamatan yang membawahi SD di sekolah negeri. Yayasan merupakan puncak dari pengumpulan laporan keuangan dari tiap SD
c.       Yayasan berperan sebagai  komite sekolah, berhak ikut mengawasi serta turut andil peran serta dalam kegiatan penentuan kebijakan sekolah.

e.       Administrasi Keuangan
Administrasi keuangan pada SD Saraswati 02 terbilang lengkap dan teroganisir dengan baik. Untuk masalah administrasi keuangan SD Saraswati 02 diserahkan pada tata usaha adapun. Pada awal tahun SD Saraswati 02 membuat rencana anggaran kegiatan sekolah yang berisi pemasukan dan pengeluaran dana.
Sumber dana SD Saraswati 02 berasal dari :
1.         Bantuan
Sumber dana yang berasal dari bantuan ini meliputi : BOS, PEMDA, dana hibah yang diperoleh dari Provinsi dan Kota.
2.      Yayasan/Komite
Sumber dana ini diperoleh dari wali murid berupa SPP tiap bulan yang nantinya akan masuk dalam keuangan yayasan.

Mengenai perincian penggunaan dana di SD Saraswati 02 dana yang berasal dari BOS lebih ditekankan pada belanja barang untuk keperluan belajar mengajar peserta didik. Dana BOS ini tidak diuangkan akan tetapi langsung diterima dalam bentuk barang. Sedangkan dana yang berasal dari wali murid masuk dalam yayasan dan digunakan untuk belanja pegawai. Contohnya untuk memberi gaji pada guru honorer.


B.     Kegiatan Mulok
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, muatan lokal di SD Saraswati 2 Denpasar, diberi alokasi waktu 2 jam pelajaran tiap minggunya. Jenis mulok yang dikembangkan di SD tersebut adalah :
·         Mulok Wajib :
1.      Bahasa Bali
2.      Bahasa Inggris
3.      Budi Pekerti
·         Mulok Pilihan :
1.      Tata Boga (untuk kelas 4 )
2.      Meja Jahitan : seni merangkai sesaji ( untuk kelas 5 )
3.      Menganyam  ( untuk kelas 6 )
Dalam kegiatan pembelajaran, sekolah mendatangkan guru khusus untuk mulok Bahasa Bali dan Bahasa Inggris. Sedangkan mulok Budi Pekerti, Tata Boga, Meja Jahitan dan Menganyam diasuh langsung oleh guru kelas. Di SD Saraswati 2 tidak ada mulok pilihan, tetapi di SD Saraswati 2 terdapat mata pelajaran pengembangan diri yang terdiri atas mata pelajaran komputer dan Bahasa Jepang.
Untuk pengampu mata pelajaran mulok :
-          Di kelas 1 dan 2, maata pelajaran mulok diampu oleh guru kelas
-          Di kelas 3,4,5 dan 6, mata pelajaran mulok diampu oleh guru bidang studi.
Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah menyerahkan sepenuhnya kepada guru untuk mengembangkan mulok yang ada di sekolah tersebut.Produk-produk yang telah dihasilkkan pada pelajaran mulok, nantinya akan dipajang pada pameran karya seni ( biasa disebut dengan TASKIA) yang diadakan pada setiap akhir tahun ajaran siswaq yang dihadiri oleh orang tua siswa dan masyarakat sekitar.
Dalam pelaksanaannya, mulok-mulok tersebut mendapat sambutan yang positif dari siswa. Terutama untuk mulok Meja Jahitan dan Menganyam yang banyak digemari oleh siswa-siswa di SD II Saraswati.
Mulok yang dikembangkan di SD II Saraswati sifatnya adalah mandiri, maksudnya, mulok dikembangkan sendiri oleh sekolah, belum ada keterlibatan dengan pengembang misalnya PT,industri,BAPEDA, ataupun masyarakat. Produk yang dihasilkan siswa. Dalam hal ini berbagai bentuk anyaman, biasanya dipajang di ruang perpustakaan atau di ruang kelas. Dan di akhir tahun produk-produk tersebut dipamerkan di hadapan wali murid.
Sedangkan untuk strategi pembelajaran mulok tidaklah berbeda dengan mata pelajaran lain, yaitu menggunakan metode-metode yang biasa digunakan dalam maple lain, seperti pakem, kontekstual, dan lain-lain. Begitu juga dengan evaluasi pembelajarannya. Evaluasi pembelajaran diadakan secara tes dan non tes.

·         Hasil Observasi di Kelas Rendah (kelas I)
Guru yang diwawancara      : Ibu Made Raihati,S.Pd.
Siswa yang diwawancara     : Damar , Yulina
Kami mewawancarai guru SD Saraswati 02 yaitu Ibu Made Raihati, S.Pd selaku wali kelas I C. Hasil observasi yang kami peroleh yaitu di kelas rendah diajarkan mulok wajib berupa budi pekerti, Bahasa Inggris, dan Bahasa Bali. Sedangkan untuk mulok pilihan masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler. Siswa dapat memilih sendiri kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di luar jam pelajaran, seperti ekstra tari, basket,computer, dan lain-lain.
Untuk mata pelajaran yang termasuk mulok wajib diajarkan saat jam pelajaran, masing-masing 2 jam pelajaran per minggunya. Bahasa Inggris diajarkan oleh guru Bahasa Inggris karena guru kelas belum terlalu menguasai Bahasa Inggris. Sedangkan untuk Bahasa Bali dan budi pekerti diajarkan oleh guru kelas serta dipadukan dengan mata pelajaran lain.
Bahasa Inggris dipilih sebagai mulok wajib karena pulau Bali merupakan salah satu tujuan wisata turis mancanegara, sehingga kedepannya siswa diharapkan dapat berkomunikasi dengan turis yang berkunjung ke Bali.
Bahasa Bali juga dipilih sebagai mulok wajib agar siswa dapat turut serta melestarikan budaya Bali sehingga pengaruh global yang dibawa para wisatawan local maupun mancanegara tidak merusak nilai-nilai budaya Bali. Sedangkan untuk mulok budi pekerti diberikan kepada siswa agar budi pekerti anak mulai terbentuk sejak dini.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Analisis SWOT dan alternatif pemecahan masalah di SD Rating: 5 Reviewed By: Hamidulloh Ibda